Perusahaan dagang komoditas global, Trafigura, memperingatkan bahwa volatilitas pasar 2025 tidak menjamin peluang perdagangan yang menguntungkan. Faktor politik kini lebih mempengaruhi pergerakan pasar dibanding ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.
Laba Trafigura Sedikit Meningkat Setelah Tahun Sulit
Laba bersih Trafigura naik 3% menjadi $1,52 miliar untuk enam bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025. Ini jadi titik stabilisasi setelah penurunan besar pada tahun sebelumnya, saat perusahaan menemukan kasus penipuan senilai $1,1 miliar di Mongolia.
Pada 2024, Trafigura dan para pesaingnya seperti Vitol dan Gunvor mencatat laba lebih rendah akibat meredanya lonjakan harga pasca-pandemi dan ketegangan geopolitik.
Ketidakpastian Politik Picu Volatilitas Pasar 2025
Volatilitas pasar yang biasanya menciptakan peluang justru menjadi tantangan. CFO Stephan Jansma mengatakan bahwa pergerakan pasar saat ini lebih dipicu kebijakan ekonomi dan perdagangan global, bukan faktor-faktor fundamental seperti pasokan dan permintaan.
“Ini adalah jenis volatilitas yang sulit diprediksi dan tidak selalu membuka peluang fisik untuk perdagangan komoditas,” ujarnya. Ia juga memperkirakan gejolak akan berlanjut sepanjang tahun.
Ekonom utama Trafigura, Saad Rahim, menambahkan, “Ini bukan kondisi yang mendorong permintaan tinggi terhadap komoditas.”
Transisi Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian
Richard Holtum resmi menjadi CEO pada 1 Januari 2025, menggantikan Jeremy Weir. Ia menegaskan bahwa peran Trafigura adalah sebagai penstabil di tengah rantai pasokan global yang terguncang akibat volatilitas pasar 2025.
Penurunan Pendapatan dan Volume Perdagangan
Meski volume minyak dan gas tetap di angka 7,2 juta barel per hari, pendapatan Trafigura turun 4% menjadi $119,2 miliar. Perdagangan logam non-ferrous menyusut menjadi 9,9 juta metrik ton, sementara mineral curah anjlok menjadi 43,4 juta ton.
Trafigura Tetap Bayar Dividen
Di tengah ketidakpastian, perusahaan membagikan dividen sebesar $1,537 miliar, sebagian besar melalui penebusan saham. Langkah ini mencerminkan kepercayaan diri jangka panjang meski volatilitas pasar 2025 masih tinggi.
